Minggu, 05 November 2017



Saboten Shokudo adalah salah satu resto yang menyajikan masakan Jepang di kota Malang. Namun Saboten Shokudo ini berbeda dari resto Jepang kebanyakan, Saboten Shokudo berani menawarkan harga yang tergolong lebih murah. Saboten Shokudo didirikan pada tahun 2006 oleh beberapa mahasiswa yang salah satunya bernama Ibu Nia yang dulu masih bersatus mahasiswa jurusan Management Universitas Brawijaya ketika beliau membuka resto ini. Beliau mengatakan bahwa pada awalnya resto ini didirikan karena ingin mencoba usaha belaka, namun berjalannya waktu ternyata usahanya ini mempunyai prospek yang bagus. Selain alasan diatas, ibu Nia dan teman – temannya memilih tema masakan Jepang karena pada saat itu melihat keadaan pasar kota Malang masih sedikit sekali resto yang menyajikan masakan Jepang. Meskipun ada harga yang ditawarkan begitu mahal sehingga tidak semuanya bisa menikmati masakan Jepang. Akhirnya munculah ide membuat resto Jepang dengan harga yang terjangkau, terutama oleh para mahasiswa yang juga menjadi targe utama pasarnya. Alasan yang kedua adalah karena makanan Jepang cocok dengan lidah Orang Indonesia sehingga menjadi pilihan tema itu, walau sudah di modifikasi sedemikian rupa sehingga lebih cocok dan halal.

Permasalah yang dialami Saboten Shokudo
Setiap kali mengawali berbisnis atau usaha, pasti tidak akan terlepas dari masalah-masalah yang dialami. Hal ini juga dialami oleh Saboten Shokudo ketika pertama kali terbentuk. Masalah –masalah tersebut salah satunya adalah :
1.    Kualitas karyawan
Dengan modal yang kurang di awal mula usaha memaksa Saboten Shokudo merekrut karyawan tanpa adanya kriteria yang spesifik. Ini memang menekan biaya gaji karyawan namun hal ini juga menimbulkan masalah baru, yaitu kualitas karyawan yang sangat kurang. Karyawan sangat sulit untuk diatur dan belajar tentang pekerjaannya. Namun dengan berjalannya waktu dan evaluasi yang dilakukan, sekarang Saboten Shokudo menggunakan proses Trial & untuk memiliki kualitas karyawan yang baik dan sistem perekrutan karyawan yang baik.
2.    Pembagian waktu kuliah dan bisnis
Memulai usaha pada saat masih kuliah bukan sesuatu hal yang mudah. Seseorang harus bisa mengatur antar waktu kuliah dan bisnisnya, sehingga pada waktu itu ibu Nia dan teman-temannya harus bisa memanajemen waktunya dengan baik bahkan beliau mengorbankan untuk tidak mengikuti kepanitiaan dan event selama kuliah untuk mengurus bisnisnya. Namun Pengorbanan itu berbuah manis. Saboten sekarang menjadi salah satu tempat favorit Mahasiswa dan ramai dikunjungi.
3.            Pengesahan MUI Nasional
Sebenernya menurut Ibu Nia. Tidak sulit untuk mendapat sertifikat halal dari MUI nasional, hanya saja salah satu syarat yaitu harus mencari supplier bahan baku yang juga memiliki sertifikat MUI yang membuat sertifikan MUI tingkat nasional masih belum dimiliki Saboten.

Inovasi yang dilakukan Saboten Shokudo
Setelah melaui banyak permasalahan, akhirnya Saboten Shokudo bisa menjadi salah satu tempat makan favorit di Malang oleh para Mahasiswa bahkan masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai macam inovasi dan selalu berbenah dari kesalahan-kesalahan yang lalu, beberapa inovasi yang membantu Saboten Shokudo tetap bertahan sampai sekarang adalah :
1.    Inovasi dalan Seleksi Karyawanx
Salah satu faktor terpenting dalam usaha adalah karyawan, oleh sebab itu kualitas karyawan yang baik dapat membantu usaha tetap dalam kondisi yang baik. Saboten Shokudo melakukan seleksi karyawan yang selalu di benahi dari waktu-kewaktu misalkan salah satu kriteria adalah karyawan yang bekerja di Shokudo minimal lulusan SMA/ Sederajat. Bukan tanpa alasan Ibu Nia Melakukan ini, semakin tinggi lulusan suatu karyawan, maka makin mudah seorang karyawan untuk beradaptasi dan belajar lebih cepat.
2.            Review dan Evaluasi Menu Secara berkala
Review dan evaluasi menu ini dilakukan untuk mengetahui minat beli pelanggan terhadap menu yang disajikan Saboten Shokudo, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan baku dengan menghilangkan menu yang jarang dipesan oleh pelanggan dan diganti dengan menu baru yang lebih fresh yang diharapkan dapat disukai oleh pelanggan. Review dan Evaluasi Menu Secara berkala ini rutin dilakukan Saboten Shokudo setiap enam bulan sekali.
3.            Pengontrolan Supplier Bahan Baku
Ini penting sebagai Quality Control suatu makanan agar kualitas rasa selalu sama dan tidak berubah-ubah khususnya bagi mereka yang membuka Franchise Saboten. Ini dilakukan dengan cara supply dilakukan oleh pusat sehingga semua bumbu dan bahan baku yang ada di Franchise tersebut sama dengan yang berada di pusat, dengan begitu menurut Ibu Nia kurang lebih 80% kualitas dan cita rasa masakan Saboten Shokudo seragam.

Penerapan Supplay Chain Management Saboten Shokudo
Satu cara Saboten Shokudo untuk mengelola bisnisnya agar lebih baik adalah dengan menggunakan metode supply chain.  Banyak orang yang mempersepsikan rantai pasokan dan manajemen rantai pasokan hanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur saja, jadi topik terkait masyarakat mengenai supply chain dan supply chain management (SCM) hanya ditujukan pada perusahaan yang memiliki fasilitas produksi saja dan perusahaan yang tidak memiliki fasilitas produksi dipastikan tidak membutuhkan SCM. Dan pada keyakinan tersebut bisa dibantah, dengan menggunakan SCM semuanya bisa berubah menjadi lebih baik.
Setelah mempelajari perjalanan dan usaha yang dilakukan  Saboten Shokudo untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya sampai sekarang. Dapat disimpulkan SCM sudah dilakukan dengan baik oleh Saboten Shokudo. Secara umum area cangkupan SCM adalah semua kegiatan yang terkait dengan materi aliran, informasi dan uang dan di sepanjang supplay chain.
Kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi SCM adalah 
(1) kegiatan pembuatan produk baru (Product Development). Dapat dilihat diatas bahwa Saboten Shokudo selalu memperhatikan menu yang disajikannya dan terus melakukan inovasi terhadap menu sehingga menu makanannya lebih bervariasi dan terus mempertahankan kualitas terbaik, 
(2) kegiatan mendapatkan bahan (Pocurement Purchasing) dalam mendapakan bahan baku makanan Saboten Shokudo sudah memiliki langganan tetap (distributor tetap). 
(3) kegiatan. Merencanakan produksi dan persediaan (Planning & Control), 
(4) kegiatan melakukan produksi, Saboten Shokudo sudah menciptakan makanan yang enak, murah, dan sehat 
(5) Kegiatan melakukan pengiriman atau distribusi (distribution) sudah dilakukan dengan baik dan sitematis. Seperti pengiriman kebutuhan utama Franchise dilakukan oleh pusat sehingga semua bumbu dan bahan baku yang ada di Franchise tersebut sama dengan yang berada di pusat , dan 
(6) kegiatan pengelolaan pengembalian produk atau barang barang (return), dalam pengelolaan usahanya Saboten Shokudo dengan senang hati menerima keluhan dan saran dari pelanggan untuk perbaikan kualitas dan usahanya.




Rabu, 20 September 2017

   Alasan 7eleven mengalami kebangkrutan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan kondisi Sevel semakin terpuruk setelah gagal diakuisisi perusahaan bisnis besar di Indonesia bersama PT Charoen Pokphand Restu Indonesia.

’’Informasi ini sejak awal katanya Sevel akan diambil alih bisnis besar Charoen Pokphand. Namun saya enggak tahu prosesnya bagaimana, apakah hitung-hitung bisnis dan akhirnya malah tutup,” kata Syarkawi kepada JawaPos.com, Kamis (29/6).
Bersama dengan surat ini, kami bermaksud untuk menginformasikan bahwa per tanggal 30 Juni 2017, seluruh gerai 7-Eleven di bawah manajemen PT Modern Sevel Indonesia yang merupakan salah satu entitas anak Perseroan akan menghentikan kegiatan operasionalnya.

Hal ini disebakan oleh, Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh perseroan untuk menunjang kegiatan operasional 7-eleven setelah rencana transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store di Indonesia dengan merek waralaba 7-eleven beserta asset-aset yang menyertainya oleh PT Modern Sevel Indonesia sebagai salah satu entitas satu anak dari  perseroan ke PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, mengalami pembatalan Karena tidak tercapainya kesepatan atas pihak-pihak berkepentingan. Hal-hal material yang berkaitan dan yang timbul sebgaia akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-eleven ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hokum yang berlaku dan akan diselesaikan secepatnya.

 Potongan surat yang disampaikan Manajemen 7-eleven ke Bursa Efek Indonesia (BEI)

(Sumber : JawaPost)


Bagaimana perilaku konsumen yang berbelanja di sector retail

Semakin kesini semakin banyak sekali toko retail modern contohnya Alfamart, Indomart, Hypermart dll. Membuat para konsumen tertarik untuk belanja di sector retil Karena sector retail lebih menampilkan visual fresh pada sesuatu yang dijualnya. Dalam hal ini konsumen dapat memilih sendiri dalam membeli suatu produk. Konsumen lebih senang belanja di retail modern daripada tradisional Karena belanja di reial modern lebih nyaman, dalam memilih barangpun lebih enak daripada belanja di sector retil tradisional.

Biasanya konsumen untuk berbelanja melihat lokasi sector retail itu apakah sector itu terjangkau untuk dilalui atau malah sebaliknya, para konsumen memilih belanja di sector retail Karena harga yang sudah tertera pada barang yang akan dibeli sudah pas dengan barang yang akan dibeli.

Perilaku konsumen terkesan tidak bias menjadi suatu kejadian yang tetap dan terus menerus dalam sector ritel ini, akan tetapi hal itu akan terus berubah akibat dari penawaran menarik yang diberikan produsen, bahkan dari minat dan keinginan dari konsumen yang bersangkutan.

Konsumen lebih senang belanja di sector retail Karena lebih menghemat waktu dan semua barang yang dinginkan sudah ada di toko tersebut.