Saboten
Shokudo adalah salah satu resto yang menyajikan masakan Jepang di kota Malang.
Namun Saboten Shokudo ini berbeda dari resto Jepang kebanyakan, Saboten Shokudo
berani menawarkan harga yang tergolong lebih murah. Saboten Shokudo didirikan
pada tahun 2006 oleh beberapa mahasiswa yang salah satunya bernama Ibu Nia yang
dulu masih bersatus mahasiswa jurusan Management Universitas Brawijaya ketika
beliau membuka resto ini. Beliau mengatakan bahwa pada awalnya resto ini
didirikan karena ingin mencoba usaha belaka, namun berjalannya waktu ternyata
usahanya ini mempunyai prospek yang bagus. Selain alasan diatas, ibu Nia
dan teman – temannya memilih tema masakan Jepang karena pada saat itu melihat
keadaan pasar kota Malang masih sedikit sekali resto yang menyajikan masakan
Jepang. Meskipun ada harga yang ditawarkan begitu mahal sehingga tidak semuanya
bisa menikmati masakan Jepang. Akhirnya munculah ide membuat resto Jepang
dengan harga yang terjangkau, terutama oleh para mahasiswa yang juga menjadi
targe utama pasarnya. Alasan yang kedua adalah karena makanan Jepang cocok
dengan lidah Orang Indonesia sehingga menjadi pilihan tema itu, walau sudah di
modifikasi sedemikian rupa sehingga lebih cocok dan halal.
Permasalah yang dialami
Saboten Shokudo
Setiap kali mengawali berbisnis atau usaha,
pasti tidak akan terlepas dari masalah-masalah yang dialami. Hal ini juga
dialami oleh Saboten Shokudo ketika pertama kali terbentuk. Masalah –masalah
tersebut salah satunya adalah :
1. Kualitas
karyawan
Dengan modal yang kurang di awal mula usaha
memaksa Saboten Shokudo merekrut karyawan tanpa adanya kriteria yang spesifik.
Ini memang menekan biaya gaji karyawan namun hal ini juga menimbulkan masalah
baru, yaitu kualitas karyawan yang sangat kurang. Karyawan sangat sulit untuk
diatur dan belajar tentang pekerjaannya. Namun dengan berjalannya waktu dan
evaluasi yang dilakukan, sekarang Saboten Shokudo menggunakan proses Trial
& untuk memiliki kualitas karyawan yang baik dan sistem perekrutan karyawan
yang baik.
2. Pembagian
waktu kuliah dan bisnis
Memulai usaha pada saat masih kuliah bukan
sesuatu hal yang mudah. Seseorang harus bisa mengatur antar waktu kuliah dan
bisnisnya, sehingga pada waktu itu ibu Nia dan teman-temannya harus bisa
memanajemen waktunya dengan baik bahkan beliau mengorbankan untuk tidak
mengikuti kepanitiaan dan event selama kuliah untuk mengurus bisnisnya. Namun
Pengorbanan itu berbuah manis. Saboten sekarang menjadi salah satu tempat
favorit Mahasiswa dan ramai dikunjungi.
3.
Pengesahan MUI Nasional
Sebenernya menurut Ibu Nia. Tidak sulit untuk
mendapat sertifikat halal dari MUI nasional, hanya saja salah satu syarat yaitu
harus mencari supplier bahan baku yang juga memiliki sertifikat MUI yang
membuat sertifikan MUI tingkat nasional masih belum dimiliki Saboten.
Inovasi yang dilakukan
Saboten Shokudo
Setelah melaui banyak permasalahan, akhirnya
Saboten Shokudo bisa menjadi salah satu tempat makan favorit di Malang oleh para
Mahasiswa bahkan masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai macam
inovasi dan selalu berbenah dari kesalahan-kesalahan yang lalu, beberapa
inovasi yang membantu Saboten Shokudo tetap bertahan sampai sekarang adalah :
1. Inovasi
dalan Seleksi Karyawanx
Salah satu faktor terpenting dalam usaha
adalah karyawan, oleh sebab itu kualitas karyawan yang baik dapat membantu
usaha tetap dalam kondisi yang baik. Saboten Shokudo melakukan seleksi karyawan
yang selalu di benahi dari waktu-kewaktu misalkan salah satu kriteria adalah
karyawan yang bekerja di Shokudo minimal lulusan SMA/ Sederajat. Bukan tanpa
alasan Ibu Nia Melakukan ini, semakin tinggi lulusan suatu karyawan, maka makin
mudah seorang karyawan untuk beradaptasi dan belajar lebih cepat.
2.
Review dan Evaluasi Menu Secara berkala
Review dan evaluasi menu ini dilakukan untuk
mengetahui minat beli pelanggan terhadap menu yang disajikan Saboten Shokudo,
sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan baku dengan menghilangkan menu yang
jarang dipesan oleh pelanggan dan diganti dengan menu baru yang lebih fresh
yang diharapkan dapat disukai oleh pelanggan. Review dan Evaluasi Menu Secara
berkala ini rutin dilakukan Saboten Shokudo setiap enam bulan sekali.
3.
Pengontrolan Supplier Bahan Baku
Ini penting sebagai Quality Control suatu
makanan agar kualitas rasa selalu sama dan tidak berubah-ubah khususnya bagi
mereka yang membuka Franchise Saboten. Ini dilakukan dengan cara supply
dilakukan oleh pusat sehingga semua bumbu dan bahan baku yang ada di Franchise
tersebut sama dengan yang berada di pusat, dengan begitu menurut Ibu Nia kurang
lebih 80% kualitas dan cita rasa masakan Saboten Shokudo seragam.
Penerapan Supplay
Chain Management Saboten Shokudo
Satu cara Saboten Shokudo untuk mengelola
bisnisnya agar lebih baik adalah dengan menggunakan metode supply chain.
Banyak orang yang mempersepsikan rantai pasokan dan manajemen rantai
pasokan hanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur saja, jadi topik terkait
masyarakat mengenai supply chain dan supply chain management (SCM) hanya
ditujukan pada perusahaan yang memiliki fasilitas produksi saja dan perusahaan
yang tidak memiliki fasilitas produksi dipastikan tidak membutuhkan SCM. Dan
pada keyakinan tersebut bisa dibantah, dengan menggunakan SCM semuanya bisa
berubah menjadi lebih baik.
Setelah mempelajari perjalanan dan usaha yang
dilakukan Saboten Shokudo untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya
sampai sekarang. Dapat disimpulkan SCM sudah dilakukan dengan baik oleh Saboten
Shokudo. Secara umum area cangkupan SCM adalah semua kegiatan yang terkait
dengan materi aliran, informasi dan uang dan di sepanjang supplay chain.
Kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi
SCM adalah
(1) kegiatan pembuatan produk baru (Product Development). Dapat
dilihat diatas bahwa Saboten Shokudo selalu memperhatikan menu yang
disajikannya dan terus melakukan inovasi terhadap menu sehingga menu makanannya
lebih bervariasi dan terus mempertahankan kualitas terbaik,
(2) kegiatan
mendapatkan bahan (Pocurement Purchasing) dalam mendapakan bahan baku makanan
Saboten Shokudo sudah memiliki langganan tetap (distributor tetap).
(3)
kegiatan. Merencanakan produksi dan persediaan (Planning & Control),
(4)
kegiatan melakukan produksi, Saboten Shokudo sudah menciptakan makanan yang
enak, murah, dan sehat
(5) Kegiatan melakukan pengiriman atau distribusi
(distribution) sudah dilakukan dengan baik dan sitematis. Seperti pengiriman
kebutuhan utama Franchise dilakukan oleh pusat sehingga semua bumbu dan bahan
baku yang ada di Franchise tersebut sama dengan yang berada di pusat , dan
(6)
kegiatan pengelolaan pengembalian produk atau barang barang (return), dalam
pengelolaan usahanya Saboten Shokudo dengan senang hati menerima keluhan dan
saran dari pelanggan untuk perbaikan kualitas dan usahanya.

